Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Selasa, 23 Januari 2018

Sunnah Rasul Yang Utama

Pada hari ini, hampir sebagian besar dari umat Islam mempraktekan kebiasaan dan tindakan yang pernah dilakukan oleh Rasulullah saw dahulu. Kita semua menyebutnya sebagai mengikuti Sunnah Rasul. Apa pun tindakan, perilaku, perkataan dan kebiasaan yang pernah dilakukan oleh Rasulullah saw dahulu kita sebut sebagai Sunnah Rasul. Benarkah hal yang demikian ini?

Tidak semua perkataan atau pun tindakan yang dilakukan oleh Rasulullah saw dahulu adalah Sunnah Rasul. Ada beberapa perkataan atau tindakan beliau yang hanya dikhususkan bagi kondisi saat itu atau bagi seseorang saat itu dan tidak dimaksudkan untuk ditiru oleh orang lainnya di kondisi yang berbeda. Misalnya saja ketika beliau memerintahkan para sahabat dan pengikutnya untuk berperang melawan orang-orang kafir pada saat itu, maka perintah tersebut hanyalah dimaksudkan untuk kondisi dan waktu saat itu, tidak untuk ditiru atau dilakukan oleh umatnya di zaman dan kondisi lainnya.

Selain itu, pada hari ini kebanyakan dari umat Islam telah salah kaprah dalam mengartikan Sunnah Rasul. Sholat sunnah, puasa sunnah, memelihara jenggot, berpakaian gamis, makan menggunakan tangan dan bahkan sampai menikah dan berhubungan suami istri dianggap sebagai Sunnah Rasul yang utama. Padahal sebenarnya tidak seperti itu.

Sunnah Rasul adalah mengikuti apa yang diteladani oleh Rasulullah saw dahulu dan untuk diikuti oleh umatnya di sepanjang zaman. Aspek apakah yang harus diteladani dari Rasulullah saw? Apakah dalam hal berpakaian? Apakah dalam hal menyantap makanan? Ataukah dalam hal memelihara jenggot?

Berikut ini adalah pernyataan Allah swt tentang aspek apakah dari Rasulullah saw dahulu yang seharusnya diteladani dan dijadikan sebagai Sunnah Rasul:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang berorientasi kepada Allah dan hari akhir dan dia banyak berzikir kepada Allah.” (QS 33:21)

Berorientasi kepada Allah swt dan hari akhir, serta banyak berzikir kepada Allah swt adalah merupakan Sunnah Rasul yang paling utama menurut Allah swt.

Pada hari ini banyak sekali umat Islam yang mengerjakan sholat sunnah, puasa sunnah, memelihara jenggot, berpakaian gamis atau menyantap makan menggunakan tangan, akan tetapi sayangnya hanya sedikit sekali orang-orang yang dalam hidupnya berorientasi kepada Allah swt dan hari akhir serta banyak-banyak berzikir kepada Allah swt.

Berzikir banyak-banyak adalah salah satu teladan utama dari Rasulullah saw, sehingga hal ini lah yang menjadi ciri utama dari umat beliau.

Nanti di akhir zaman, pada saat hari pengadilan akan banyak orang yang mengaku sebagai umat Rasulullah saw. Namun sayang ternyata Rasulullah saw tidak mengenali mereka, karena tidak ada ciri-ciri utama pada diri mereka. Mereka jarang atau sedikit sekali berzikir kepada Allah swt, sedikit sekali berSholawat bagi Nabi saw. Sehingga Rasulullah saw tidak mengenali mereka sebagai bagian dari umatnya.

Adapun terhadap orang-orang yang semasa hidup di dunia ini banyak sekali berzikir, berSholawat bagi Nabi saw, maka kelak nanti di hari pengadilan mereka akan dikenali dan diakui sebagai bagian dari umat Rasulullah saw.

Guru kita pernah mengatakan, bahwa ada beberapa orang yang sangat banyak berzikir dan berSholawat semasa hidup di dunia ini, mereka inilah orang-orang yang nanti di hari pengadilan kelak merupakan orang-orang yang dikenal dan diakui sebagai umat Rasulullah saw. Ada pun orang-orang yang meskipun penampilan mereka semasa di dunia berjenggot, menyerupai orang Arab, namun oleh karena mereka sedikit sekali berSholawat kepada Nabi saw, maka mereka tidak akan dikenali dan diakui. Mereka tidak memiliki ciri-ciri telah meneladani Rasulullah saw, sebagaimana yang dinyatakan dalam ayat al-Quran tadi.

Bukanlah penampilan fisik, bukan pula sesuatu yang ringan-ringan seperti menyantap makan dengan menggunakan tangan, akan tetapi Sunnah Rasul yang utama itu adalah berzikir banyak-banyak kepada Allah swt. BerSyahadat, berIstighfar dan berSholawat bagi Nabi Muhammad saw. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 14.56