Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Minggu, 04 Februari 2018

Haruskah Bermusuhan dengan Orang-orang Nasrani?

Pada hari ini wajah Islam yang ditampilkan oleh kebanyakan para ustadz dan ulama terutamanya mereka yang berasal dari timur tengah bukanlah wajah islam yang sebenarnya, bukanlah wajah Islam yang sejati. Mereka cenderung untuk menampilkan Islam menurut pemahaman dan agenda politik serta keinginan mereka saja.

Diantara hal tersebut adalah pernyataan sikap mereka terhadap orang-orang Nasrani. Mereka menghasut bahwa kita umat Islam diwajibkan untuk bersikap tegas dan menruh rasa curiga kepada orang-orang Nasrani, karena menurut mereka seluruh orang-orang Nasrani itu tidak akan rela dengan agama yang kita anut sampai kita mengikuti agama mereka. Berikut ini adalah dalil dari ayat al-Quran yang dipergunakan oleh mereka itu.

وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ
وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS 2:120)

Oleh mereka-mereka yang tergolong dalam pengikut pemahaman Islam garis keras, ayat tersebut di atas ini diartikan harus diterapkan bagi seluruh orang-orang Yahudi dan Nasrani di mana saja dan kapan saja. Tanpa ada kondisi, seluruhnya begitu.

Benarkah pemahaman yang coba ditanamkan oleh mereka itu? Jawabannya tidak. Wajah Islam yang sebenarnya dahulu diajarkan oleh Rasulullah saw tidaklah begitu. Beberapa orang atau kelompok rupanya telah menampilkan satu sisi dari ajaran Islam dan menyembunyikan sisi lainnya. Sehingga Islam yang ditampilkannya tidak utuh. Wajah Islam yang sejati adalah ajaran Islam yang seutuhnya dan menyeluruh, bukan sebagian dan sepenggal.

Guru kita mengajarkan kepada murid-muridnya, bahwa pada zaman Rasulullah saw dahulu ada suatu kondisi dan keadaan dimana sekelompok orang-orang Yahudi dan Nasrani telah melakukan pelanggaran perjanjian dan telah menyerang keyakinan umat Islam saat itu. Nah, kelompok-kelompok itulah yang kemudian disasar oleh maksud ayat tadi. Bukan seluruh orang-orang Yahudi atau Nasrani dan juga bukan untuk seluruh keadaan dan masa.

Orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani juga ada yang beriman kepada Allah swt, dan bagi mereka yang beriman maka Allah swt tetap akan menyediakan pahala bagi mereka. Berikut ini adalah pernyataan Allah swt tersebut.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَىٰ وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS 2:62)

Jadi tidak benar bahwa semua orang-orang Yahudi dan Nasrani di sepanajng masa dan di semua keadaan dan kondisi itu memiliki niat jahat untuk menghasut agar supaya orang Islam mau mengikuti agama mereka.

Ketika sekelompok umat Nasrani dari suku Najran mendatangi Rassulullah saw, terlebih dahulu mereka memasuki Masjid setelah pelaksanan sholat ashar, kemudian datang waktu sembahyang mereka, mereka semua bersegera mendirikan sembahyang didalam masjid Nabi saw, para sahabat ingin melarang mereka, kemudian Rasulullah saw bersabda: “biarkanlah mereka (melaksanakan ibadah mereka)”, kemudian mereka menghadap Baitul Maqdis, dan melakukan sembahyang mereka di Masjid Nabawi. (H.R ibnu Ishaq dan Baihaqi).

Dan kemudian sikap yang sama juga tercantum di dalam piagam Madinah yang dibangun oleh Rasulullah saw untuk menyatukan bangsa Madinah yang terdiri dari bermacam-macam ras, agama dan keyakinan. Berikut ini adalah sebagian dari isi piagam Madinah tersebut yang ditujukan untuk menyatukan bangsa Arab kaum Muhajirin, Anshar, Yahudi dan Nasrani:

1.orang-orang Yahudi hidup damai bersama kaum Muslimin, yang bebas memeluk dan menjalankan ajaran agamanya masing-masing.
2.Kaum Muslimin dan orang-orang Yahudi wajib saling membantu untuk melawan invasi dari siapapun yang menyerang mereka. Orang-orang Yahudi memikul tanggung jawab belanjanya sendiri dan orang-orang Muslim juga memikul tanggung jawab belanjanya sendiri.
3. Kaum Muslimin dan Kaum Yahudi wajib saling menasehati, saling menolong dalam melaksanakan kebajikan dan keutamaan.
4.Madinah, kota suci yang wajib di hormati oleh semua pihak yang menandatangani perjanjian itu.

Jadi jelaslah bahwa apa yang saat ini coba untuk ditampilkan oleh beberapa orang dan kelompok agar supaya uamt Islam bersikap tegas dan keras terhadap orang-orang Yahudi dan Nasrani tanpa melihat keadaan, kondisi dan kenyataannya adalah sesuatu yang keliru. Janganlah kebencian terhadap sesuatu kaum menyebabkan kita tidak bisa berbuat adil.

Betul, bahwa dalam suatu kondisi dan keadaan tertentu terhadap suatu kelompok tertentu Allah swt membenarkan kita untuk bersikap tegas dan keras, akan tetapi tidak dibenarkan apabila sikap tersebut diterapkan untuk seluruh keadaan dan seluruh kondisi terhadap seluruh kelompok.

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا ۖ وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَوَدَّةً
لِلَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَىٰ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.” (QS 5:82)

Dengan demikian maka argumentasi yang diajukan oleh guru kita adalah masuk akal, bahwa ayat-ayat seperti dalam surat al-Baqarah ayat 120 tadi merupakan sesuatu yang bersifat khusus, hanya berlaku pada kelompok tertentu, dalam kondisi dan keadaan tertentu dan dalam suatu lingkup zaman tertentu. Tidak bisa kemudian dipukul rata dan dijadikan hujjah atau dalil untuk membenci dan memusuhi umat Nasrani dimanapun dan kapanpun.

Marilah kita menjadi umat Islam yang cerdas, coba menggali kembali wajah Islam yang asli dan sejati. Tidak asal ikut-ikutan, termakan oleh pemahaman keliru dan penampilan wajah Islam yang ternyata hanya sepotong bagian saja, tidak utuh dan menyeluruh.

Ingat, bahwa sebelumnya syaithan telah memperdaya ahli kitab dari umat-umat sebelumnya untuk menampilkan sebagian saja dari ajaran asli Rasul Allah dan menyembunyikan yang lainnya. Maka hal yang sama pun terjadi pada agama Islam yang kita cintai ini. Mengapa? Karena kita sedang berhadapan dengan musuh manusia yang sama, yaitu syaithan. Maka langkah dan strategi yang diterapkannya pun sama: menampilkan sebagian saja dari ajaran Rasul Allah dan menyembunyikan yang lainnya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS 2:208)

Bukankah sekarang menjadi jelas maksud dari ayat tersebut di atas? Inilah awal mula dan pangkal perselisihan itu, beberapa orang atau kelompok telah mengikuti langkah-langkah syaithan, sehingga menampilkan wajah Islam yang tidak seutuhnya, tidak kaffah. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 13.36