Home | Sejarah | Pimpinan | Inti Ajaran | Artikel | Arsip | Kontak Kami
Opini Aktual

Sabtu, 10 Maret 2018

Aksi Demonstrasi Bukan Ajaran Islam

Tahukah anda, kalau ternyata aksi demonstrasi itu bukanlah bagian dari ajaran Islam? Aksi damai demonstrasi maupun aksi tidak damai demonstrasi yang menelan korban, semuanya itu bukanlah bagian dari ajaran Islam.

Coba anda membuka kitab-kitab suci yang diturunkan Allah swt, atapun kitab-kitab sejarah para nabi dan Rasul Allah terdahulu, semuanya tidak ada yang mengajarkan aksi demonstrasi. Sehingga dengan demikian patut kita mempertanyakannya, dari manakah aksi demonstrasi diajarkan? dan siapa yang menghasut dan mengajak manusia untuk melakukan aksi demonstrasi?

Dalam suatu pengajian guru kita mengajarkan kepada murid-muridnya bahwa aksi demonstrasi bukanlah merupakan ajaran Islam, atau ajaran para Nabi dan Rasul Allah sebelumnya. Aksi demonstrasi pertama kali diperkenalkan dari budaya demokrasi ala negara-negara Barat.

Apabila kita melihat akibat dari aksi-aksi demonstrasi yang belakangan ini marak terjadi pada negara- negara dengan penduduk mayoritas muslim, maka kita menjadi prihatin. Korban dari aksi-aksi demonstrasi yang terjadi di Tunisia, di Libya, di Mesir, di Yaman atau di Syria tidak sedikit, korban meninggal karena aksi demonstrasi tersebut misalnya, di Tunisia sekitar 300 orang, di Mesir sekitar 900 orang, di Libya bahkan mencapai lebih dari 30,000 orang. Kadang-kadang dalam suatu aksi demonstrasi tidak saja disertai dengan aksi kerusuhan dan kekerasan, namun juga bisa berujung dengan aksi penjarahan.

Menurut anda, adakah ajaran Islam yang menganjurkan kekerasan dan penjarahan?

Kemudian, mari kita bertanya: apakah Allah swt memerintahkan atau membenarkan aksi demonstrasi? Jawabannya adalah tidak. Allah swt menganjurkan agar kita umat Islam menyampaikan kebenaran dengan cara yang santun dan lemah lembut, bahkan terhadap penguasa seperti Firaun sekalipun.

إاذْهَبَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ
“Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.” (QS 20:43-44)

Jadi jelas berdasarkan ayat tersebut, aksi demonstrasi merupakan perbuatan yang bertentangan dengan perintah Allah swt, karena menyampaikan sesuatu tidak dengan cara yang lemah lembut.

Sebaliknya prinsip dan ajaran yang difirmankan Allah swt kepada Rasulullah saw, yaitu adalah untuk menyampaikan kebenaran kepada umat manusia dengan hikmah dan dengan cara pengajaran yang baik- baik.

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS 16:125)

Jadi dengan demikian maka bisa kita simpulkan bahwa aksi demonstrasi adalah bertentangan dengan ajaran Islam, aksi demonstrasi adalah merupakan bagian dari cara-cara yang dihasut oleh iblis agar supaya manusia gemar untuk memaksakan pendapat dengan cara intimidasi, kekerasan dan meninggalkan akhlak yang mulia. Aksi demonstrasi adalah lebih dekat kepada cara-cara pengungkapan pendapat dengan cara kekerasan yang bisa berujung pada kerusuhan atau penjarahan.

Pada hari ini, banyak sekali diantara umat Islam yang mereka merasa bangga dengan aksi demonstrasi. Mereka merasa bangga dengan berhasil mendatangkan ribuan bahkan jutaan massa untuk berkumpul di satu tempat dan kemudian meneriakan tuntutan mereka. Dengan berdalih bahwa aksi demonstrasi yang mereka lakukan adalah aksi damai, mereka merasa bahwa apa yang dilakukannya adalah sebuah kebenaran.

Padahal kalau kita mengkaji lebih dalam lagi, tentu saja selalu ada yang dirugikan dalam setiap aksi demonstrasi meskipun berlangsung dengan damai, seperti misalnya mengorbankan waktu ribuan bahkan jutaan orang untuk sesuatu kegiatan yang kurang produktif, menghalangi arus lalu lintas, mengancam keamanan beberapa penduduk atau sekedar menghambat kepercayaan orang lain untuk menanamkan modal usahanya.

Metode dakwah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw dan juga para Nabi dan Rasul sebelumnya tidak ada yang menjadikan aksi demonstrasi sebagai cara dan metode dakwahnya.

Pada hari ini, banyak sekali diantara umat Islam yang merasa bangga telah berhasil menghimpun ribuan bahkan jutaan orang untuk melakukan aksi demonstrasi, padahal hal tersebut bukanlah merupakan ajaran.

agama Islam dan malahan bertentangan dengan perintah Allah swt. Jadi, sadarilah akan kekeliruan ini, wahai Saudaraku. (AK/ST)


Diposkan oleh YAYASAN AKHLAQUL KARIMAH DARUL IMAN INDONESIA di 22.15